Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan

Senin 23 2021

Penyimpangan Aqidah dan Cara Menanggulanginya


A. Pentingnya berpegang teguh pada aqidah yang benar

Ketika kita menyimpang dari aqidah yang benar, maka siap-siap akan ditimpa kehancuran dan kesesatan. Ini dikarenakan aqidah yang benar adalah motivator utama dalam melakukan amal yang bermanfaat.
Tanpa aqidah yang benar, maka seseorang akan menjadi korban persangkaan dan keragu-raguan yang lama-kelamaan mungkin menumpuk dan menghalangi dari pandangan yang benar. 

B. Penyebab penyimpangan dari aqidah yang benar

Banyak sekali penyebab dari penyimpangan aqidah yang benar, diantaranya adalah :
1. Tidak mau mempelajari aqidah yang benar atau karena kurangnya perhatian terhadap hal ini. Akibat dari ini semua adalah, mereka meyakini yang haq sebagai yang batil dan yang batil sebagai yang haq.
2. Fanatik kepada sesuatu yang diwariskan dari nenek moyangnya meskipun hal itu jelas-jelas batil dan mencampakkan apa yang menyelisihinya, sekalipun hal itu benar.
3. Taqlid buta, dengan mengambil pendapat dari manusia dalam masalah aqidah tanpa mengetahui dalil dan kebenarannya lebih dalam. 
4. Berlebihan dalam mencintai para wali dan orang soleh serta meletakkan mereka di derajat yang tidak semestinya. Hal ini sangat tidak boleh dilakukan, karena pada akhirnya yang ditakutkan adalah penyembahan terhadap wali bukan Allah.
5. Lalai terhadap ayat-ayat Allah baik yang ada di Al-Quran maupun yang ada di alam semesta. Mereka sekarang terbuai dengan penemuan-penemuan baru teknologi dan kebudayaan. 
6. Kurangnya peran orang tua dalam mendidik anaknya. 
7. Media pendidikan dan informasi tidak melakukan tugasnya dengan benar. Kurikulum di sekolah mengeyampingkan Pendidikan Agama Islam bahkan ada yang sampai mengacuhkannya. Media informasi lebih parah lagi, karena mereka bisa jadi media pengahancur dan perusak bagi aqidah atau yang paling minimnya tidak menggubris hal-hal yang berkaitan dengan agama. 

C. Cara menanggulangi masalah penyimpangan aqidah

Tentunya penyimpangan aqidah ini banyak sekali penyebabnya, tetapi tetap ada cara menanggulanginya, yaitu :
1. Kembali kepada Al-Quran dan Hadis sebagai sumber utama aqidah yang benar. 
2. Mengkaji aqidah golongan sesat dan mengenal syubhat-syubhta mereka untuk kemudian dapat kita bantah dan tentunya waspadai. 
3. Memberi perhatian terhadap aqidah yang benar, baik itu berupa pengajaran di jenjang pendidikan. 
4. Menetapkan kitab kajian yang tepat dan menjauhkan kitab kelompok-kelompok yang menyeleweng.
5. Mendukung dan menyebar para da'i yang menyebarkan aqidah yang benar. 

Semoga kita dijauhkan dari kesesatan beraqidah. 

Minggu 22 2021

Sumber-Sumber Aqidah yang Benar



Pembelajaran Tauhid


Aqidah merupakan tauqifiyah yang artinya tidak bisa ditetapkan kecuali dengan dalil syar'i. Dalam aqidah tidak ada yang namanya medan ijtihad dan berpendapat. Maka, sumber aqidah itu terbatas, yaitu pada Al-Quran dan Hadis.
Al-Quran adalah kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril untuk umat manusia jadikan pedoman dalam kehidupan. Menurut Subkhi Saleh, Al-Quran adalah kalam Allah yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan ditulis di mushaf, diriwayatkan secara mutawatir dan membacanya termasuk dalam ibadah.
Sedangkan yang dimaksud dengan Hadist adalah segala sesuatu yang disandarkan pada Nabi Muhammad SAW.
Tentunya kita semua sepakat bahwasanya Allah yang mengetahui mengenai apa-apa yang wajib bagi-Nya dan apa yang harus disucikan dari-Nya. Setelah Allah SWT, maka tidak ada seorangpun yang lebih mengetahui tentang-Nya kecuali Nabi Muhammad SAW.
Maka kita harus mengimani, meyakini, dan mengamalkan apa yang ditunjukkan oleh Al-Quran dan Hadis. Allah SWT menjamin siapa saja yang berpegang teguh pada Al-Quran dan As-Sunnah dengan keselamatan. Golongan orang-orang yang berpegang teguh ini disebut dengan firqah najiyah (golongan yang selamat). 
Rasulullah SAW bersaksi bahwa golongan inilah yang kemudian akan selamat. Dalam H.R Ahmad Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya "Mereka adalah orang yang berada di atas ajaran yang sama dengan ajaranku hari ini, dan para sahabatku. 

Makna Aqidah dan Urgensinya Sebagai Landasan Agama


PEMBELAJARAN TAUHID

Aqidah berasal dari kata "aqd" yang memiliki arti "pengikatan". Dapat dikatakan bahwasanya aqidah adalah apa yang diyakini oleh seseorang. Ketika seseorang mengatakan fulan memiliki aqidah yang benar, maka aqidahnya bebas dari keraguan. Aqidah ini adalah perbuatan hati, yaitu kepercayaan hati dan pembenarannya terhadap sesuatu.

Kalau dilihat secara syara' maka aqidah adalah iman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab Allah, para rasul Allah, dan kepada hari kiamat serta pada qada' dan qadar. Nama lain dari itu semua adalah rukun iman. 

Syariat ini terbagi lagi menjadi dua, yaitu :

1. I'tiqadiyah : Merupakan segala hal yang tidak berhubungan dengan tata cara amal. Contoh dari i'tiqadiyah adalah kepercayaan terhadap rububiyah Allah dan lain sebagainya. Bagian pertama ini disebut sebagai pokok agama atau dalam bahasa Arabnya ashliyah

2.Amaliyah : Merupakan segala hal yang berhubungan dengan tata cara beramal. Contoh dari amaliyah ialah salat, zakat, puasa, dan seluruh hukum-hukum amaliyah. Bagian kedua ini disebut sebagai cabang agama atau far'iyah.

Kedua hal di atas berhubungan, karena benar dan rusaknya amaliyah tergantung dari benar atau rusaknya i'tiqadiyah. Segala amal perbuatan tidak akan diterima ketika tidak bersih dari syirik. Nabi Muhammad SAW memiliki perhatian yang pertama adalah mengenai pelurusan aqidah dan tentunya nabi lainnya juga mendakwahkan kepada umatnya untuk menyembah Allah semata serta meninggalkan segala yang dituhankan selain Dia. Setelah mendakwahkan tentang aqidah, barulah kemudian mereka mengajak kepada seluruh perintah agama yang lainnya.