Minggu 22 2021

Makna Aqidah dan Urgensinya Sebagai Landasan Agama


PEMBELAJARAN TAUHID

Aqidah berasal dari kata "aqd" yang memiliki arti "pengikatan". Dapat dikatakan bahwasanya aqidah adalah apa yang diyakini oleh seseorang. Ketika seseorang mengatakan fulan memiliki aqidah yang benar, maka aqidahnya bebas dari keraguan. Aqidah ini adalah perbuatan hati, yaitu kepercayaan hati dan pembenarannya terhadap sesuatu.

Kalau dilihat secara syara' maka aqidah adalah iman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab Allah, para rasul Allah, dan kepada hari kiamat serta pada qada' dan qadar. Nama lain dari itu semua adalah rukun iman. 

Syariat ini terbagi lagi menjadi dua, yaitu :

1. I'tiqadiyah : Merupakan segala hal yang tidak berhubungan dengan tata cara amal. Contoh dari i'tiqadiyah adalah kepercayaan terhadap rububiyah Allah dan lain sebagainya. Bagian pertama ini disebut sebagai pokok agama atau dalam bahasa Arabnya ashliyah

2.Amaliyah : Merupakan segala hal yang berhubungan dengan tata cara beramal. Contoh dari amaliyah ialah salat, zakat, puasa, dan seluruh hukum-hukum amaliyah. Bagian kedua ini disebut sebagai cabang agama atau far'iyah.

Kedua hal di atas berhubungan, karena benar dan rusaknya amaliyah tergantung dari benar atau rusaknya i'tiqadiyah. Segala amal perbuatan tidak akan diterima ketika tidak bersih dari syirik. Nabi Muhammad SAW memiliki perhatian yang pertama adalah mengenai pelurusan aqidah dan tentunya nabi lainnya juga mendakwahkan kepada umatnya untuk menyembah Allah semata serta meninggalkan segala yang dituhankan selain Dia. Setelah mendakwahkan tentang aqidah, barulah kemudian mereka mengajak kepada seluruh perintah agama yang lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar